Cari Blog Ini

Senin, 29 November 2010

Antara aku, Allah dan sampah...

Benda ini selalu bikin masalah.
Bahkan di rumah kami sekalipun.
Pagi kubuang, sore sebelum Ashar tempatnya sudah penuh lagi.
Bukan hanya aku, suami dan anak-anakku, kucing kamipun ikut membuat tempatnya penuh dengan bekas-bekas makanannya.
Sampah rumah tangga, dalam skala kecil, berubah jadi besar jika dihasilkan oleh satu kota.
Sampah, sesuatu yang tak diinginkan, kecuali oleh para pemulung, yang menjadikannya sebagai mata pencarian.
Sampah bahkan sering menimbulkan masalah besar, mulai dari banjir sampai memoroti uang negara hanya untuk pengelolaannya.
Dan tentu saja, semua ini terjadi karena adanya izin dari Sang Maha Suci.
Lalu untuk apa semua ini di izinkan-Nya jika hanya membuat umat manusia bahkan sampai begitu menderita karenanya?.
Hal yang jarang terfikir, tapi sering mengusik mimpi-mimpi indah kita.
Laju pertumbuhan sampah yang tak terkontrol sebagian besar disebabkan ulah manusia.
Ketidakpedulian dan ketidaksadaran kepada kodrat, membuat manusia sering menjadi perusak bumi yang luar biasa akibatnya. Si pembuang sampah yang tak bertanggung jawab adalah trouble makernya bumi.
Lalu benarkah sampah begitu hinanya, begitu tak ada gunanya?.

Tapi jika direnungkan, ternyata si sampah kotor dan busuk itu ada dengan seizin-Nya, tidak lain hanyalah sebagai alat pendekat diri kita kepada Sang Maha Suci. Kontras tapi nyata.
Sesuatu yang tak bernilai ini, ternyata bernilai tinggi di Mata-Nya jika kita letakkan pada tempat yang tepat.
Si busuk yang menjijikkan, yang berjasa memuliakan hidup manusia jika digunakan dengan cerdas.
Kesadaran kita sebagai khalifah-Nya, sesungguhnya mampu merubah bencana menjadi bahagia.

Allah-ku,
Maafkan kesalahanku selama ini. Terkadang kubuang bungkus permenku yang manis begitu saja melalui jendela mobilku, kubiarkan anjing liar mengobok-obok tempat sampahku dan menyebarkannya  kesekeliling komplekku, kubiarkan anakku membuang bungkus esnya kedalam selokan.
Malunya aku, jika di Hari Pertanggung jawaban nanti, aku melihat kebodohanku ternyata berakibat kerusakan fatal di Bumi-Mu.

Allah-ku,
Saksikan, bahwa aku mencintai-Mu dengan cara mencintai Bumi-Mu.
Saksikan, mulai kini aku akan takut membuang walaupun hanya satu bekas bungkus permen.
Saksikan, bahwa sampah busuk yang tak bernilai ini, akan membuatku bernilai di Mata-Mu.
Walaupun andilku kecil, tapi jika saudara-saudaraku mengikuti gerakanku ini, kuharap mampu membuat bersih Bumi-Mu yang sudah kau ijinkan untuk kami tempati.
I love You, Allah..
Thanks, sampah-ku.

6 komentar:

  1. Sampah...memang kadang membuat orang harus menutup hidungnya agar tdk tercium aroma yg bisa membuat perut jadi mual...
    Namun berjuta manusia dimuka bumi ini hidup karena sampah, coba berapa banyak alat rumah tangga yang berasal dari sampah (tentu yg sudh didaur ulang), tidak sedikit makanan yg kita konsumsi berkat jasa sampah ( pupuk, ternak yg mkn dari makanan sisa, dsb ).
    Sampah...yang tidak dikelola dgn baik dapat mendatangkan musibah, akan tetapi jika dikelola secara profesional ia akan menjadi berkah.

    Setuju...mari kita makmurkan bumi Allah ini dgn dimulai dari keluarga kita utk membuang sampah pada tempatnya....karena Allah menyukai kebersihan dan keindahan.......tulisan yang bagus sekali, salam sukses.

    BalasHapus
  2. waw...., oke lah kalau begitu.., mulai hari ini denai juga akan memperlakukan sampah dengan baik dan benar karena denai sdh diijinkanNya menempati bumi milikNya yang Indah ini, tapi selama ini sampah denai selalu dikemas dengan rapi kok, dan tidak buang sampah sembarangan, ...tp jujur saja tidak buang sampah sembarangan karena takut kena sanksi Perda hiks, (mama, papa yg di sana, kali ini denai ga nyesel lg punya sodara yg ternyata cinta sampah..) ..

    BalasHapus
  3. tulisan ttg sampah ini terinspirasi untuk menunjukkan rasa syukur kpd-Nya, bahwa kita selalu beranggapan baik thd sesuatu apapun yg dihadirkan-Nya utk kita. Walaupun itu hanya benda seperti sampah. Trims atas apresiasinya pak, saya sambut baik. Salam dan do'a sukses.

    BalasHapus
  4. Jendela hati: ucapan terimakasih diatas saya tujukan untuk bpk, maaf lupa menuliskan tujuannya.

    BalasHapus
  5. Valuta kasih: Kata mama-papa disana: "Baru tau ya?, ini kan hasil didikan kami. Selagi kalian memperlakukan sampah sebagaimana mestinya, itu amal jariyah buat kami". ah..jadi kangen. Ternyata anak tetaplah seorang anak, rasa rindu yang tak pernah lekang oleh waktu..
    Trims sister.

    BalasHapus
  6. Iron Man 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13
    Iron Man titanium price per ounce 2, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14. The most important thing titanium i phone case about Iron 2017 ford focus titanium Man 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ray ban titanium 10, 11, 12, 13, 14, 15  Rating: 4.5 · used ford escape titanium ‎Review by Tithole

    BalasHapus