Ketika sepasang manusia bertemu, diselipkan-Nya satu rasa, rasa ketertarikan diantara keduanya. Kemudian disemaikan sedikit cinta yang membuat hidup terasa indah. Seiring berjalannya waktu, gerbang pernikahanpun mereka lalui dengan rasa yang tak terkata. Dia berikan petunjuk dan rambu-rambu agar keagungan pernikahan itu selalu terjaga.
Rasa cinta itupun semakin lama semakin berkembang subur ketika mereka saling memahami dan semakin saling membutuhkan satu sama lain. Menumpukan kasih sayang kepada tautan hati yang tak terganti oleh yang lainnya. Mempersembahkan cinta yang tulus untuk kebahagiaan sang kekasih.Menerima kelebihan sebagai anugerah dan memaklumi kekurangan dengan arif. Dan dengan bangganya, Allah-pun tersenyum.
Perbedaan antara keduanya sering tak terhindarkan, bahkan saling menyakiti satu sama lain.Melukai dengan kata-kata, menorehkan luka yang dalam, dan cintapun telah meredup. Dan diantara mereka ada yang sampai pada satu titik dimana tidak ada lagi kenyamanan dalam kebersamaan. Jalan masing-masing seakan sudah membentang, tak ada celah pertemuannya. Allah membenci momen seperti ini, tapi Dia lebih menyayangi makhluk-Nya daripada menghiraukan buruk tingkah manusia. Selalu menginginkan kita dalam bahagia. Dan jika karena konsep cinta bahagia berubah jadi nestapa, Allah-pun menghalalkan sebuah perpisahan. Dia lebih mengerti apa yangdibutuhkan manusia dibanding manusia itu sendiri.
Dan diantara mereka ada yang bersabar, pada saat kejenuhan melanda bakan pada saat bahagia sudah sangat sulit untuk dirasakan. Bertahan dan berusaha mempertahankan keutuhan. Reward Allah-pun dijanjikan atas usaha mereka. Reward yang berupa rahmat-Nya yang selalu meliputi mereka.
Adakalanya godaan melanda disaat hubungan membaik.Tidak hanya satu atau dua, bahkan begitu besarnya sampai ada yang tak mampu menolaknya. Mengalihkan sebagian, bahkan sebagian besar cinta mereka untuk yang bukan miliknya. Menjadikannya sebagai ajang mencari hidup yang lebih indah, yang memacu adrenalin. Allah-pun terluka bersama mereka yang dilukai. Allah-pun marah bersama mereka yan dibuat sedih dan hancur.
Namun ada diantara mereka yang mampu melewati semua itu dengan iman dan akal sehatnya, yang selalu dibuatnya menang atas nafsunya. Mereka sadar, hidup ini butuh perjuangan demi pengendalian diri. Perjuangan terbesar anak manusia. Allah tersenyum lembut kepada mereka. Nikmat-Nya yang sungguh spektakuler telah menanti mereka.
Dan, lihatlah betapa romantisnya Allah. Dijadikan-Nya rindu dalam hati anak manusia, agar masing-masing menemukan tautannya. Lalu ditumbuhkannya cinta agar mereka bisa mempertahankannya, menemukan kebahagiaan dan kedamaian hidup. Allah menyayangi makhluk-Nya. Allah tahu kebutuhan manusia akan cinta dan kasih sayang. Dan Allah tidak ingin mereka saling melukai, setelah cinta itu telah terlanjur dalam tertanam dalam sanubari mereka.
Lihatlah, ternyata Allah begitu romantisnya. Film serial A.N Jell pun angkat tangan.
Ampuun..hebat nian Allah-ku,... Subhanallah..,ternyata aku dan Allah-ku setali tiga uang..., sama2 romantis.., salut dengan tulisan ini, sebagai pendatang baru di dunia blog-maya cukup pantas diacungkan jempolku yg manis ini... jarang2 lo...
BalasHapusTernyata Allah bisa tersenyum jg ya...hanya saja senyumnya mungkin berupa anugerah cinta kepada hambanya ya...tulisannya matap..tap...tap...sekali..terus menulis,semoga sukses..
BalasHapusValuta kasih:thanks ya udah di komen and dipuji. bener, Allah kita hebat banget. cuma terkadang kita lalai untuk ngertiin Dia. jempolnya dah nyampe..
BalasHapusJendela hati: Betul, Allah juga bisa tersenyum, lewat cinta dan anugerah-Nya. makasih untuk komentar dan motivasinya. Mohon doa utk kedepannya. salam sukses juga.
BalasHapus