Udah lama gak nulis, udah jarang baca2 lagi. Gak mau menyalahkan kondisi dan aktivitas2 ku. Karena itu adalah pilihan, dan sebagai org berakal aku mesti konsekuen dgn itu.
Seharusnya, sesibuk apapun, menulis dan membaca tidak perlu sampai terabaikan sedemikian parahnya.
Sadar akan hal itu, akupun mulai mencoba menulis lagi, walau dengan gairah tidak seperti yang dulu. Sebelumnya ini adalah seperti hobby yang memabukkan, betah berjam-jam didepan laptop. Sensasi yang kurasakan sekarang adalah seperti banyak hal yang lebih penting yang harus ku segerakan utk diselesaikan.
Terkadang seperti orang bodoh aku ingin bertanya, wajarkah jika aku begini?. Menjadi orang bijak itu susah sebenarnya, walaupun terlalu sederhana sesungguhnya. Jadi seperti tidak ingin dianggap tidak bijaksana, akupun kemudian memilih diam daripada bertanya, karena tidak enak membuat orang bingung dengan pertanyaanku itu
.
Aku bersyukur punya beberapa macam kesibukan, dengan tidak mengurangi fungsiku sebagai seorang ibu dan isteri. Aku melakukan segala hal, dan terus terang aku menikmatinya. Aku memanfaatkan tubuh ini yang terasa semakin kuat dan sehat saat aktivitasku semakin padat. Terkadang ada saat-saat jenuh datang, melemahkan semangat. Tapi itu sering hanya berlangsung singkat. Apalagi jika ada target tertentu yang ingin aku capai. Aku merasakan dukungan dari keluargalah yang menyebabkan aku mampu menikmati semua ini.
Dan teman2 se ide yang menjadikan apapun yang aku kerjakan lebih ringan dan menyenangkan. Mereka punya andil yang tidak sedikit dalam menghidupkan semangatku.
Lalu kalau boleh bertanya, tidak apa2kah jika aku seperti ini?. Apakah aku salah kalau aku punya banyak kegiatan?. Untuk diketahui, kegiatanku lebih banyak aku lakukan dengan memanfaatkan kecanggihan tekhnologi, sesekali kalau memang diperlukan hadir, aku akan berusaha hadir. Karena aku menyadari bahwa tempatku sesungguhnya adalah dekat dengan keluarga dan anak-anakku. aku juga bukan tipe orang yang senang berlama-lama diluar rumah. Tempat kembali yang menyenangkan adalah tetap rumahku. Berada disekitar keluarga dan anak-anakku. Ah, pertanyaan macam apa itu?.
Rutinitas yang selalu kulakukan adalah bekerja di RS tempat aku mengabdi pada Nusa dan Bangsa (sebobrok apapun bangsaku ini). Dan kegiatan tambahan lainlah yang membuat aku merasa jauh lebih berarti. Bagi kebanyakan ibu2 yang bekerja diluar rumah, mungkin cukup dengan bekerja pagi hari, lalu pulang sore hari, berkumpul dengan keluarga setelah itu. Lalu kenapa aku tidak cukup puas hanya dengan itu?. Sekali lagi aku bertanya karena aku tetap ingin menjadi bijak. Aku sudah memilih tidak membuka praktek sore lagi, karena akan menambah rutinitasku lagi, Akan membuat aku semakin sering kehilangan waktu dengan keluarga dan anak-anakku. Aku merasa dengan mengamalkan ilmuku pada pagi hari sampai siang setiap harinya. Mungkin itu akan cukup untuk menjawab pertanyaan Malaikat di akhirat nanti, "Ilmumu, engkau kemanakan selama di dunia?".
Anak-anakku mulai dewasa, dan mereka sudah mulai mengerti dengan pekerjaan dan aktivitasku. Bahkan mereka sekarang mulai menghargai dan bangga dengan ibu sepertiku. Mereka mendukung apapun yang aku lakukan, dan itu seperti penawar jerih yang sangat ampuh buatku. Aku selalu bertanya, apakah jalan yang aku pilih adalah sesuatu yang baik atau malah sebaliknya. Karena aku menyadari, perempuan itu tempatnya di rumah. Tapi kenapa aku sedih jika sampai harus meninggalkan kegiatan-kegiatan yang membuatku merasa berarti itu?. Kenapa aku lebih bersemangat dengan bermacam aktivitas yang mampu aku kerjakan sekaligus?.
Pertanyaan bodoh lagi. Tapi ya sudahlah, aku hanya berusaha menjadi sebaik-baiknya manusia. Aku hanya bisa berharap, jalan apapun yang aku pilih adalah atas kehendak dan ridho-Nya. Karena meski terkadang merasa lelah selalu berusaha menjadi bijak, aku merasa berkewajiban untuk hidup ini, selalu melakukan yang terbaik yang mampu aku lakukan. Dan aku senang bisa menulis lagi.
Yak! setuju .., tetaplah jadi yg terbaik...,
BalasHapushmmm btw ada sedikit kata2 yg bikin miris (sebobrok apapun bangsaku ini).. jadi sedikit mengganggu.., rasanya bangsaku atau bangsa kita tidak bobrok ... ????
SIIIIP tetaplah menulis...