Cari Blog Ini

Kamis, 14 Juli 2011

Anugerah terindah ini...semoga lah akan menjadi Anugerah terindah untuk selamanya...

Anakku, Anugerah terindah dari-Nya, sahabat-sahabat belia-ku, penghiburku, pengobat jerihku, penambah semangatku...sungguh, merekalah segalanya dalam hidupku saat ini.
Betapa menyenangkannya dihadirkan mereka dalam hidupku ini. Kelucuan mereka dimasa balita mereka dan kerepotan menyenangkan yg mereka timbulkan padaku, perlahan berganti dengan keakraban penuh pengertian dari mereka. Perlahan mereka tumbuh dengan hal-hal baru dalam diri mereka, membuatku semakin menikmati keberadaan mereka. Membuatku tersenyum lebih lebar dan seakan mereka dihadirkan untuk lebih menceriakan kehidupanku.

Aku lebih bisa menikmati setiap menit berada dekat dengan mereka. Mendengarkan cerita mereka  yang terdengar seakan mereka sudah bisa memahami begitu banyak hikmah dalam hidup ini, menjadikan mereka lebih bijaksana dibanding usia mereka yang masih sangat muda. Melihat bagaimana mereka menyerap begitu banyak nasihat dan hikmah yang aku tularkan kepada mereka. Aku sungguh kagum dengan kehebatan janji Sang Pencipta...Tak ada satupun kebaikan yang sia-sia di Mata-Nya sekecil apapun, akan ada hasil sebagai reward dari-Nya.

Aku ajarkan hal-hal sederhana yang bisa mereka cerna. Aku ajarkan mereka kejujuran, dan bersedia menerima konsekuensinya...terkadang pahit, tapi Allah-lah yang akan merubahnya menjadi manis untuk mereka. Aku ajarkan mereka mencintai Allah, diri mereka sendiri, orangtua, saudara, teman, binatang, tumbuhan...bahkan kuyakinkan mereka, bahwa Allah menciptakan mereka untuk menjadi Khalifah-Nya yang akan mensejahterakan bumi-Nya ini.

Aku beri mereka pemahaman tentang Cinta orangtua kepada anaknya...Cinta yang diberikan Allah yang menyebabkan orangtua mampu mengorbankan bahkan nyawanya sendiri untuk anaknya. Cinta yang terkadang membuat si anak merasa tidak nyaman dengan peraturan yang diberikan kepada mereka.
Dan sering jujur aku mengakui, bahwa sebagai orangtua, kami bukanlah manusia super yang tidak mempunyai kekurangan. Dan aku membolehkan mereka mengoreksi kesalahanku dengan cara terbaik. Aku mengajak mereka saling menasihati, agar dari hari kehari kami bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.
Sering aku minta pendapat mereka, apa yang mereka lakukan agar mereka bisa menyelamatkan diri dan keluarganya dari apa neraka dan membawa kami kedalam Sorga-Nya.

Kumanfaatkan setiap kesempatan bersama mereka untuk berdiskusi tentang banyak hal dalam hidup. Dan kujadikan arena diskusi menjadi salah satu acara favorit kami. Tempat kami berkumpul, bercanda dan tempat kuselipkan nasihat-nasihat agar mereka tidak pernah bosan mendengar petuahku.
Banyak hal yang belum kulakukan sebagai orangtua, dan untuk itu aku minta Allah yang menolongku. Kulakukan yang bisa kulakukan, dan kuserahkan kepada-Nya apa yang tidak bisa kulakukan untuk mereka.
Kuakui aku bukan orangtua yang hebat...tapi aku tidak pernah berhenti berusaha untuk menjadi orangtua yang hebat, agar mampu mengantarkan mereka menjadi orang-orang yang hebat...dunia akhirat.

Aku jadikan kecupan, belaian lembut dan dekapan hangatku sebagai tindakan yang akan terpatri dalam hati mereka sampai mereka dewasa nanti, bahwa betapa aku mencintai mereka. Kuminta ijin dari mereka, bahwa aku tak akan pernah berhenti melakukannya sekalipun mereka sudah dewasa nanti. Karena itulah alat sederhana dan paling menyenangkan yang selalu bisa kulakukan sesering yang mereka ingin dapatkan dariku.

Dan sekarang, mereka tumbuh, menjadi sahabat-sahabatku. Mengerti akan keadaanku, menghiburku, tidak mau membiarkanku bersedih dan merasa bahwa merekalah yang harus selalu melindungiku. Usia mereka masih sangat muda, tapi aku merasakan betapa inginnya mereka membuatku senang. Aku merasa menjadi orang paling bersinar dengan pujian dan sanjungan mereka. Menjadikanku merasa menjadi ibu tercantik didunia....hahahaha, karena Itulah yang sering mereka ucapkan padaku, dari waktu kewaktu.

Aku mampu mencintai anak-anak lain seperti anakku sendiri karena terinspirasi dari cinta mereka kepadaku. Bahkan anak laki-lakiku, tak sungkan memperlihatkan cintanya kepadaku. Mengatakan betapa dia sangat menyayangi aku. Dan kehadiranku selalu membuatnya nyaman. Dan anak-anak perempuanku sering berkolaborasi merencanakan hal-hal yang akan membuatku senang. Mereka lucu dan menyenangkan. Mereka selalu membuatku bangga.

Aku seorang ibu, seperti ibu yang lain. Aku berusaha menjadi ibu yang terbaik bagi mereka. Dan aku sangat berharap akan bantuan-Nya dalam membesarkan buah hatiku. Aku ingin Dia melihat usahaku sekecil apapun untuk kebaikan anak-anakku. Aku ingin Dia melihat keinginanku dalam menjaga dan membesar mereka dengan cara terbaik. Amanah-Nya ini...anak-anakku, dan memberi bantuan sebesar-besarnya dalam mensukseskan misiku ini...Amin.

Bantu aku ya Rabbi...dengan segala keterbatasan dan kekuranganku, tapi aku yakin, Engkau takkan pernah membiarkanku sendiri. Karena Engkau Maha Mencintai...

Senin, 04 Juli 2011

Do'a seseorang diujung hidupnya...

Rabbi, sungguh tak ingin aku mendapatkan ujian seperti ini, tapi lebih tak ingin lagi aku mengeluhkannya.
Aku tidak hanya ingin menjadi orang yang bersabar dengan ujianmu, tapi juga sangat ingin mensyukuri apapun yg Engkau takdirkan untukku.
Bukan rasa sakit ini yang aku pikirkan, tapi ketidakmampuanku melakukan tanggung jawabku sebagai seorang manusia lah yang kadang menggelisahkan. Ketika keterbatasan ini menyadarkanku, bahwa tidak banyak lagi yang bisa kulakukan sendiri, tetapi berusaha menerima dengan ikhlas semua ini yang terkadang sulit kulakukan.

Rabbi, tak terkira besarnya hikmah yang kurasa dibalik semua ini...
Ketika kusadari, betapa nikmatnya hidup terasa saat kesehatan itu kau berikan dimasa laluku, yang terkadang sering kulalaikan...bahkan kulupakan...
Ketika aku dapat merasakan ,perasaan yang dialami saudara-saudaraku yang juga sedang merasakan hal seperti ini. Mereka yang sakit dan setiap saat dapat merenggut nyawa mereka...memisahkan mereka dari orang-orang terkasih.

Rabbi, kumohon dengarkan curhatku ini, dengan tidak bermaksud menyesali takdir-Mu sedikitpun...
Aku tahu, aku takkan pernah siap untuk menemui-Mu. Betapa rendahnya diri ini, dengan amalan yang sangat sedikit dan dengan banyaknya dosa yang takkan sanggup kupikul. Tapi sampai detik ini hanya Ridho-Mu yang kuharapkan dan tak pernah pupus asa ini akan Ampunan dan kasih Sayang-Mu.
Rabbi, bila saat itu tiba, jika Engkau akan memanggilku...betapa pilunya hati ini mengingat wajah-wajah terkasih...belahan jiwa yang selalu setia dan sabar mendampingi, dan yang terberat adalah anak-anakku.
Aku masih berhutang tanggung jawab kepada mereka, membesarkan mereka dengan cinta, agar mereka dapat memahami makna cinta itu yang sebenarnya. Cinta dari-Mu...
Mendidik mereka dengan sebaik-baiknya, agar mampu menghadapi hidup ini dengan jiwa yang kokoh.
Melindungi mereka agar mereka mampu melihat kehidupan ini dengan cara yang terbaik.
Rabbi, maafkan aku...Sungguh aku tak tega dengan kesedihan mereka ketika mereka kutinggalkan untuk selamanya. Disaat mereka belum siap dan masih sangat membutuhkan kasih sayangku.
Aku tak mampu membayangkan bahwa ada saat-saat dimana mereka teramat merindukanku, tapi tak mampu menemukan aku dimana-mana.
Aku tak kuasa membayangkan, ketika mereka butuh pelukanku, mereka tahu takkan dapat lagi merasakannya untuk selamanya.

Rabbi, aku tahu semua ini diluar kuasaku...tak sedikitpun ada daya upayaku untuk memperbaiki semua ini..
Oleh karena itu, Ya Rabb...
Jika masih mungkin aku diberi umur panjang...berikanlah ya Rabb, umur panjang yang penuh berkah..
mendampingi hidup mereka menjalani Jalan-Mu.
Tapi jika Kau berkehendak lain...
Maka, ku mohon dengan semua Cinta-Mu, bantu mereka menjalani hari-hari mereka dengan mudah, beri mereka kekuatan dan ketegaran dalam hidup mereka. Tolong didik mereka dan sayangi mereka sebagaimana Engkau mencintai hamba-hamba terkasih-Mu yang lain.
Jadikan kesuksesan mereka didunia menjadi kesuksesan mereka meraih kehidupan akhirat mereka kelak...Amin.
Rabbi, hanya Engkau yang ingin kujadikan satu-satunya tempatku mengadukan ini...
Karena tak ingin lagi ku mengeluhkan rasa sakit ini kepada orang-orang terkasihku...
Karena mereka tak layak ikut menanggung derita ini....tak ingin lagi ku menyiksa mereka dengan rintihanku...
Karena aku begitu mencintai mereka...
Dan, tolong beri aku kesabaran dan keikhlasan untuk menerima semua ini...
Agar takkan lagi keluar keluhan dari bibir ini, tak ada lagi kerepotan yang aku timbulkan akibat keterbatasan kemampuanku saat ini...
Bantu aku menjalani ini dengan cara terbaik dan sikap terbaik..agar semua ini mampu menjadikanku kekasih-Mu...., Ya...Allah. Amin